Sejarah Singkat Desa Liang Butan

1776923738847.jpeg

Kata Liang Butandiambil dari sejarah awalnya Lokasi Desa Liang Butan ini berada. Dimana awalnya, Lokasi Desa Liang Butan ini ditumbuhi banyak Pohon Pohon Buah Kelapa, selain buah kelapa ada banyak buah buah yang ditanam didaerah Desa ini berada, mulai dari buah kako, buah rambutan, buah mata kucing, buah palam dan bermacam macam buah ada di sekitaran desa ini. Segala macam buah yang ada, semua warga desa liang butan berramai ramai memanennya disaat musim panen, dan buah tersebut milik bersama. Atas dasar itulah Desa ini disebut Desa Liang Butanyang artinya Liang itu Bawah dan Butan itu Kelapa.

Desa Liang Butan awalnya berada di Lokasi Berian Baru dan berada di daerah pegudungan dan dikelilingi oleh persawahan masyarakat Berian Baru yang sekarang masuk Wilayah Kecamatan Krayan Barat. Sekitar tahun 1980, Camat Krayan pada saat itu berkeinginan memindahkan Desa Liang Butan ini untuk masuk dalam Lokasi Berian Baru agar besa bergabung dengan desa desa lainya yang ada dalam Lokasi Berian Baru, dikarenakan akses menuju Desa Liang Butan agak susah dan jauh dari pemukiman Lokasi. Namun, Kepala Desa Liang Butan (Paru Ilo) tidak setuju dengan pemindahan yang direncakan oleh camat krayan saat itu, dengan alasan, Lokasi Berian Baru telalu sempit untuk ditempati oleh banyak masyarakat dan lahan untuk membangun rumah dirasa kurang.

Seiring dengan berjalannya waktu, Paru Ilo sebagai Kepala Desa Liang Butan saat itu berpikir bahwa, daripada desa ini saya bawa ke Berian Baru, lebih bagus saya bawa desa ini pindah ke Long Bawan. Dan akhirnya, sekitar tahun 1982, beliao mulai menggarap Lahan yang sekarang menjadi lokasi desa liang butan dengan dibantu beberapa masyarakatnya untuk dijadikan sebuah Desa. Tahun 1984, Paru Ilo mengajak warganya untuk pindah ke Long Bawan dengan membawa nama Desa Liang Butan untuk menetap di Lokasi Long Bawan. Pada saat itu, tidak semua warganya ikut pindah ke Long Bawan, sebagiannya pindah ke Desa Liang Buayang ada di Berian Baru.

Sejak tahun 1984 inilah Desa Liang Butan mulai menetap di Lokasi Long Bawan, dan pada saat itu, Paru Ilo menunjuk Bpk. Darwin Tigur sebagai Kepala Desa yang baru. Walaupun tidak menjabat lagi sebagai kepala desa, beliao masih aktif dalam berkontribusi dalam pembangunan desa liang butan. Semenjak itu, desa liang butan mulai membangun infrastruktur penunjang dalam Desa, mulai dari pembangunan Kantor Desa yang diswadayai oleh Paru Ilo, Pembangunan Sekolah Dasar yang sekarang dikenal dengan SDN 018 Desa Liang Butan. Pembangunan Rumah Kadangatau rumah panjang yang sekarang dikenal dengan Kios Panjang. Dan pada jamannya Paru Ilo, beliao menyiapkan satu tempat / lahan yang luasnya kurang lebih 300 m x 65 m untuk masyarakat bukan penduduk asli liang butan yang ingin menetap tetapi tidak punya lahan untuk mendirikan rumah. Namun, saat itu tidak ada orang orang pendatang yang mau menetap sehingga lahan tersebut dibagi untuk masyarakat lokal yang tidak memiliki lahan / tanah untuk membangun rumah.

Sampai saat ini, banyak lahan masyarakat Desa Liang Butan masih kepemilikan tanahnya atas nama belioa. Sehingga, jika berbicara Desa Liang Butan maka kita berbicara masalah sosok Paru Ilo, orang pertama perdiri Desa Liang Butan. Dimasa kepemimpinan belioa, banyak pro dan kontra masyarakat atas kebijakan kebijakan yang diambil, dan itu adalah hal yang wajar bagi seorang pemimpin dalam membangun wilayahnya. Sejak berdirinya Desa Liang Butan sampai sekarang, sudah 6 (Enam) kali pergantian Kepala Desa.

Adapun   nama - nama   Kepala   Desa   yang   pernah   menjabat hingga sekarang adalah sebagai berikut :

Ø    Paru Ilo :   Menjabat Tahun 1978 - 1983

 

Ø    Darwin Tigur :   Menjabat Tahun 1984 - 1999

 

Ø    Samuel Padan :   Menjabat Tahun 2001 - 2008

 

Ø    Samuel Daring :   Menjabat Tahun 2009 - 2014

 

Ø    Noh Bareh :   Menjabat Tahun 2015 - 2021

 

Ø    Hartomi,S.IP :   Menjabat Tahun 2021 - Sekarang

Bagikan post ini: