Kenalan Dengan Kades Liang Butan Krayan

1777337722220.jpg

                                       "Kades inspiratif dari Liang Butan Krayan."

Namanya lengkapnya adalah, Efraim Datatonglo Ruruk, S.IP, M.Si. Dia alumni SMA 1 Tarakan. Lalu meraih sarjananya di “Kampus Sarjana Rakyat”. STPMD APMD Yogyakarta. Salah satu kampus tertua di Yogyakarta yang fokus pada pembangunan desa.

Sejak 7 Oktober 2025, dia menjadi Kepala Desa di Liang Butan Krayan dengan status Pengganti Antar Waktu (PAW) hingga tahun 2029 nanti.

Dibelakang nama marga Ruruk itu, masih ada nama Bulawan. Menegaskan jika Kepala desa ini, berdarah Toraja Dayak Lundayeh. Ayahnya Toraja dan Ibunya Lundayeh. Itu yang membuat saya lebih senang menyapanya dengan sebutan Bulawan.

Bulawan dalam Bahasa Toraja berarti emas. Ya, ide dan pemikiran Efraim seperti kilaunya Bulawan (emas).

Dia tidak sekadar jadi kepala desa. Tetapi dia menjadi contoh anak muda yang tidak peduli dengan gelar untuk kembali menjadi petani. Dia menyulap halaman rumahnya menjadi perkebunan sayuran. Penghasilannya dari perkebunan, jauh lebih besar dari gajinya sebagai kepala desa. Dan tentu lebih halal untuk keluarganya.

“Sekali panen saya bisa hasilnya 5-8 juta,”

Dari caranya mengolah lahan dan menanam berbagai jenis tanaman hortikultura, sangat jelas jika Bulawan tidak sekadar hobi atau mengisi waktu kosong saja. Ini benar-benar dia tekuni. Di halaman yang kurang lebih setengah hektar itu, dia menanam berbagai jenis sayuran dengan sangat rapi.

Buncis, Sawi, Tomat, Timun, Lombok dan Terong. Ditanam sangat professional.

Apa yang dilakukan pria kelahiran 14 September 1990 ini, layak dicontoh. Tanah Krayan memang subur. Sangat disayangkan jika tidak dimaksimalkan.

Saya mengenal Bulawan, beberapa bulan lalu, ketika sama-sama hadir dalam pertemuan daerah-daerah yang tengah memperjuangkan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Jakarta tahun lalu. Penampilannya keren. Rambut tersisir rapi, lebih mengesankan pemuda metropolis. Tetapi ketika diajak diskusi pertanian, semangatnya langsung berapi-api.

Dia sangat piawai mengelola limbah rumah tangga menjadi pupuk organik. Semua tanaman menggunakan pupuk organik olahannya sendiri.

Melihat kepemimpinan Tonglo Bulawan, memberikan keyakinan, jika sebuah urusan diserahkan kepada ahlinya, akan memberikan hasil yang baik. Bulawan yang alumni Kampus Sarjana Rakyat, ketika kembali ke Desa, sudah memiliki strategi bagaimana membangun desa. (paktaniku).

Bagikan post ini: