Dua komunitas emak-emak di dua lokasi yang berbeda patut jadi contoh, bagaimana kekuatan ekonomi dibangun dari tangan emak-emak.
Di Kelurahan Juata Permai, RT 06 Jalan Cempaka Komplek BTN Intraca, kita bisa menemui kelompok wanita tani, memanen aneka sayuran yang ditanam di sepanjang jalan komplek. Bahu jalan yang biasanya kering kerontang, di tangan Kelompok Wanita Tani Mekar Mandiri, menjadi lahan produktif yang ditanami aneka sayuran. Ada kangkung, kacang tanah, jahe merah, daun bawang, seledri, kemangi dan berbagai tanaman kebutuhan dapur.
“Kami baru habis panen jahe merah dan kacang tanah,” ujar Sumarsih, Bendahara KWT Mekar Mandiri.
Wanita kelahiran Bantul 54 tahun lalu ini, masih sangat agresif menggerakkan emak-emak komplek untuk memanfaatkan lahan sempit disisi kiri kanan jalan untuk bercocok tanam. Tanaman-tanaman untuk kebutuhan dapur seperti daun bawang, seledri, kemangi hingga jenis daun cincau dan buah buah tabulapot, berderet di sepanjang jalan Cempaka.
Sekali panen sayur Kangkung misalnya, KWT Mekar Mandiri bisa menghasilkan 50 ikat.
“Barusan juga panen Jahe Merah. Hasilnya diolah jadi minuman buat bapak-bapak yang jaga malam,” jelas Sumarsih.
Bazar Mingguan
Kelompok emak-emak yang tergabung dalam Tim Penggerak PKK Desa Liang Butan di Krayan Induk punya cara lain memasarkan hasil-hasil pertanian dan makanan olahan. Di sana, Ibu-ibu PKK menggelar Bazar sayuran segar dan makanan siap saji, aneka cemilan. Acaranya dikemas santai dilengkapi dengan tempat santai sambil karaokean di halaman kantor desa Liang Butan.
Sayuran segar yang ditawarkan, juga adalah hasil kebun dari pekarangan-pekarangan rumah warga.
“Belanja di Bazar kami = Menghidupkan Dapur Ibu-ibu PKK Liang Butan”. Demikian tagline dalam promo lewat jaringan whatsapp yang dishare oleh ibu-ibu PKK Liang Butan.
Bazar ini digelar Minggu (3/5) sejak pukul 18.00 Wita.
Kepala Desa Liang Butan Efrain Datatonglo Ruruk, S.IP, M.Si mengatakan, respon masyarakat cukup bagus dengan kegiatan ini. Rencananya saat ini, Bazar PKK tersebut akan digelar 2 kali dalam seminggu.
“Lumayan, penghasilan para peserta Bazar juga sangat baik. Tidak menutup kemungkinan, frekwensi kegiatan seperti ini bisa ditingkatkan,” ujarnya. (paktaniku)